Assalamu'alaikum wr wb........
Dalam blog ini saya akan menyampaikan tipe data dalam php, operator dalam php, dan variabel dalam php.
Tipe Data Dalam PHP
Tipe data adalah hal yang mutlak di semua bahasa pemrograman.
Tipe Data Numerik Integer dalam PHP
Tipe data numerik adalah tipe data yang berhubungan dengan angka. Tipe data Numerik dalam PHP dapat menyimpan angka dengan jangkauan dari -2 milyar sampai +2 milyar bilangan bulat (integer ). integer merupakan tipe data yang berguna untuk menyimpan bilangan bulat, bukan desimal. Sebagai contoh 1,2,-1, dll.
Contoh angka numerik Bilangan Bulat :
- 15
- -7
- 4000
- O12 — octet
Tipe Data Numerik Pecahan dalam PHP
Selain untuk menyimpan angka dalam bilangan bulat, tipe data numerik juga dapat digunakan untuk menyimpan bilangan pecahan (Floating point number atau tipe data real), contoh :
- 1969.25
- 25e10 bilangan exponential
Tipe Data String dalam PHP
Tipe string (literal) adalah tipe data yang digunakan untuk menyimpan data berupa kumpulan huruf, kata, dan angka, contoh :
“Widi Hastomo” — menggunakan double quote “ ( petik ganda )
‘http://hastomo.net’ – menggunakan apostrophe ‘ ( petik tunggal )
Penggunaan apostrophe ‘ dan double quote” pada prinsipnya sama, perbedaannya adalah pada saat menampilkan isi sebuah variabel string dengan perintah print atau echo, maka penggunaan apostrophe tidak akan menampilkan isi variabel tersebut. Contoh program aposthrope.php :
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
|
<html>
<head>
<title> Belajar PHP Bersama Hastomo Network </title>
</head>
<body>
<h1> Belajar PHP <br> Bersama Hastomo Network </h1>
<?
$FirstName="Widi" ;
$LastName="Hastomo" ;
$Alamat="Genuk, Bangetayu, Semarang";
echo "Nama : $FirstName $LastName <br>";
echo 'Alamat : $Alamat';
?>
</body>
</html>
|
Ketika program tersebut dijalankan maka akan menghasilkan tampilan sebagai berikut :
Dari tampilan diatas terlihat bahwa variabel yang menggunakan apostrophe tidak akan dieksekusi oleh program sehingga hanya menampilkan scripnya saja.
Tipe Data Boolean dalam PHP
Tipe boolean adalah tipe data yang hanya memiliki dua tipe yaitu bernilai benar (true) atau salah (false). Untuk menguji salah (false) dapat digantikan oleh (integer) 0, (float) 0.0 atau (string kosong) “”, sedangkan kalau diganti nilai selain itu akan dianggap benar (true).
Pada PHP nilai boolean secara otomatis akan disertakan pada setiap variabel, tergantung pada nilai yang disimpan pada variabel tersebut.
Pada PHP nilai boolean secara otomatis akan disertakan pada setiap variabel, tergantung pada nilai yang disimpan pada variabel tersebut.
Berikut ketentuan dari nilai boolean setiap variabel :
- Jika variabel berisi data numerik Integer atau Float, maka variabel tersebut akan bernilai FALSE apabila isinya 0, demikian sebaliknya bernilai TRUE kalau isinya bukan 0.
- Jika variabel berisi String, maka variabel akan bernilai FALSE jika berisi string kosong “”, dan bernilai TRUE jika tidak kosong.
- Jika variabel berupa Array, maka variabel akan bernilai FALSE apabila array tersebut tidak memiliki anggota (elemen), dan berisi TRUE jika memiliki anggota (elemen).
- Jika variabel berupa Object, maka variabel akan bernilai FALSE apabila object tersebut tidak memiliki variabel dan fungsi, dan berisi TRUE jika memiliki variabel dan fungsi.
- Jika Object tersebut belum terdefinisikan, maka object tersebut bernilai FALSE, termasuk didalamnya suatu variabel yang belum didefinisikan.
PHP memiliki keyword true dan false untuk menyatakan nilai booleannya, yang menyatakan secara eksplisit suatu variabel yang khusus untuk menyimpan nilai boolean.
Berikut contoh program yang menggunakan tipe data boolean :
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
|
<html>
<head>
<title> Belajar PHP Bersama Hastomo Network </title>
</head>
<body>
<h1> Belajar PHP <br> Bersama Hastomo Network </h1>
<p>
$x=true <br>
$y=false
</p>
<?
$x=true;
$y=false;
echo "\$x= $x <br>";
echo "\$y= $y";
?>
</body>
</html>
|
Ketika program tersebut dijalankan di browser maka yang akan tampil adalah :
Dari gambar diatas sudah jelas terlihat bahwa nilai default php untuk true adalah1 dan untuk false adalah kosong
Karakter Escape
Selain beberapa tipe data diatas, pada PHP juga terdapat karakter khusus yang digunakan untuk mewakili karakter ASCII dengan fungsi khusus, misalnya ganti baris, tabulasi, dll. Karakter Escape ini sering juga digunakan untuk menampikan tanda khusus seperti karakter $. Karakter ini ditulis dengan awalan back slash ( \ ) yang disebut Escape Character .
Berikut beberapa contoh karakter escape tersebut :
- \n line feed (LF atau 0x0A hexa )
- \r carriage return ( CR atau 0x0D hexa )
- \t tabulasi horizontal ( HT atau 0×09 hexa )
- \\ backslash
- \$ dollar sign
- \” double-quote
Pada intinya karakter escape ini digunakan agar karakter seperti $ tidak dibaca oleh program sebagai perintah melainkan sebagai karakter atau kalimat.
VARIABEL DALAM PHP
Penggunaan Variable Pada PHP ~ Variable Merupakan Penyimpanan data sementara pada Server side, Ketika File berhasil di Eksekusi, Maka data akan diteruskan ke Penyimpanan Permanen yaitu Menggunakan Database.
Beberapa aturan dalam penggunaan variable sebagai berikut :
- Variable dinyatakan dengan tanda $ dibelakang nama variable.
- Nama Variable dapat terdiri atas angka, huruf, dan underscore.
- Penamaan Variable Bersifat case sensitive artinya penggunaan huruf kecil dan huruf besar dibedakan.
- Deklarasi sebuah variable selalu diikuti dengan pemberian (assigment) nilai dari variable tersebut, sehingga jika sebuah variable belum memiliki nilai, tidak perlu dideklarasikan terlebih dahulu.
- Pemberian Nilai Variable yang mengacu pada nilai dari variable lain yang menjadi referensinya dinyatakan dengan tanda & didepan nama variabel referencenya.
Contoh Penggunaan Variable Pada PHP<?
//var_reference.php
$nama01= “Anita Rachman”;
$nama02 = &$nama01;
echo (“<br> Variabel \$nama01 = $nama01”);
echo (“<br> Variabel \$nama02 = $nama02”);
//nilai variabel $nama01 diubah
echo (“<br> Variabel \$nama01 diubah menjadi \”Budiman\” “ );
$nama01=”Budiman”;
echo (“<br> Variabel \$nama01 = $nama01”);
echo (“<br> Variabel \$nama02 = $nama02”);
?>
Hasilnya adalah sebagai Berikut :
Variabel $nama01 = Anita Rachman
Variabel $nama02 = Anita Rachman
Variabel $nama01 diubah menjadi “Budiman”
Variabel $nama01 = Budiman
Variabel $nama02 = Budiman
//var_reference.php
$nama01= “Anita Rachman”;
$nama02 = &$nama01;
echo (“<br> Variabel \$nama01 = $nama01”);
echo (“<br> Variabel \$nama02 = $nama02”);
//nilai variabel $nama01 diubah
echo (“<br> Variabel \$nama01 diubah menjadi \”Budiman\” “ );
$nama01=”Budiman”;
echo (“<br> Variabel \$nama01 = $nama01”);
echo (“<br> Variabel \$nama02 = $nama02”);
?>
Hasilnya adalah sebagai Berikut :
Variabel $nama01 = Anita Rachman
Variabel $nama02 = Anita Rachman
Variabel $nama01 diubah menjadi “Budiman”
Variabel $nama01 = Budiman
Variabel $nama02 = Budiman
Operator dalam PHP
Operator merupakan suatu simbol yang dipakai untuk memanipulasi data, seperti perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian. Dalam PHP ada beberapa operator yang sering kita gunakan, antara lain: a.Operator AritmatikaOperator aritmatika adalah operator yang digunakan untuk melakukan fungsi matematika. Operator aritmatika dalam PHP:
Operator
|
Operasi
|
Penggunaan
|
*
|
Perkalian
|
$a*$b
|
/
|
Pembagian
|
$a/$b
|
%
|
Modulus
|
$a%$b
|
–
|
Pre/Post decrement
|
–$b atau $b–
|
+
|
Penjumlaan
|
$a+$b
|
-
|
Pengurangan
|
$a-$b
|
Operator
|
Operasi
|
Penggunaan
|
++
|
Pre/Post Increment
|
++$a atau $a++
|
–
|
Pre/Post decrement
|
–$b atau $b–
|
Hanya ada satu operator string, yaitu operator concatenation ( . ).
<?php
$a=”Hallo”;
$b=$a.”Selamat Datang di PHP”;
//$b berisikan “Hallo Selamat datang di PHP”
?>
d. Operator Bitwise
Operator Bitwise dapat digunakan untuk membuat bit tertentu dari suatu integer menjadi 1 atau 0.
Contoh
|
Nama
|
Hasil
|
$a & $b
|
And
|
Bit yang bernilai 1 pada $a dan $b akan diset 1
|
$a | $b
|
Or
|
Bit yang bernilai 1 pada $a atau $b akan diset 1
|
$a ^ $b
|
Xor
|
Bit yang bernilai 1 pada $a dan $b tetapi tidak pada keduanya akan diset 1
|
~ $a
|
Not
|
Bit yang bernilai 1 pada $a akan diset 0, dan sebaliknya
|
$a << $b
|
Shift Left
|
Geser bit $a sebanyak $b langkah kekiri (setiap langkah berarti “kalikan dengan dua”)
|
$a >> $b
|
Shift right
|
Geser bit $a sebanyak $b langkah kekanan (setiap langkah berarti “kalikan dengan dua”)
|
Contoh
|
Nama
|
Hasil
|
$a > $b
|
Lebih dari
|
True jika $a lebih besar dari $b
|
$a <= $b
|
Kurang dari atau sama dengan
|
True jika $a lebih kecil dari $b atau $a sama dengan $b
|
$a < $b
|
Kurang dari
|
True jika $a lebih kecil dari $b
|
$a >= $b
|
Lebih besar atau sama dengan
|
True jika $a lebih besar dari $b atau $a sama dengan $b
|
$a == $b
|
Sama dengan
|
True jika $a sama dengan $b
|
$a != $b
|
Tidak sama dengan
|
True jika $a tidak sama dengan $b
|
Operator ternary merupakan model penyederhanaan dari bentuk if..else yang setiap blok dari if dan else hanya satu perintah. Model ini cocok untuk melakukan proses pengisian suatu hasil pengujian.
Bentuk Umum:
(Ekspresi) ? (jika benar) : (jika salah);
Contoh:
<?
$umur=5;
$balita=($umur<=5) ? “Termasuk balita : “sudah tidak balita lagi”;
echo “Umurnya = $umur “$balita;
?>
g.Operator Logika
Contoh
|
Nama
|
Hasil
|
$a and $b
$a && $b |
And
|
True jika $a sama dengan $b
|
$a or $b
$a | | $b |
Or
|
True jika salah satu $a atau $b adalah benar
|
$a xor $b
|
Exclusive or
|
True jika salah satu $a atau $b adalah benar dan tidak keduanya
|
!$a
|
Not
|
True jika $a tidak benar
|
SELESAI............ Semoga bermanfaat!!!!!!!!! wassalamu'alaikum wr wb..........