Jumat, 27 September 2013

Penilaian Prestasi Kerja


  
   Penilaian prestasi kerja adalah suatu proses penilaian prestasi kerja pegawai yang dilakukan pemimpin perusahaan secara sistematik berdasarkan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya.

  Kegunaan penilaian kerja yaitu untuk memperbaiki prestasi kerja, penyesuaian kompensasi, keputusan penempatan, pelatihan dan pengembangan, dan sebagainya.
     Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi kerja :
1. Faktor kemampuan (ability)
  Secara psikologis, kemampuan pegawai terdiri dari kemampuan potensi (IQ) dan kemampuan reality (knowledge + skill).
2. Faktor motivasi (motivation)
  Motivasi terbentuk dari sikap (attitude) seorang pegawai dalam menghadapi situasi kerja. Sikap mental merupakan kondisi mental yang mendorong diri pegawai untuk berusaha mencapai prestasi kerja secara maksimal. Sikap mental seorang pegawai harus sikap mental yang siap secara psikofisik (siap secara mental, fisik, tujuan dan situasi). 

     Penilaian prestasi sering tidak berhasil dikarenakan terjadinya bias. Berbagai bias yang terjadi  yaitu :
Hallo effect (deviasi karena kesan awal).
Central tendency (penilai cenderung memberikan nilai sedang/rata-rata).
Leniency dan strictness (Bias terlalu lunak dan terlalu keras).
Personal bias (prasangka pribadi).
Pengaruh kesan terakhir
        Metode-metode penilaian berorientasi masa lalu :
a.Rating scale : penilaian yang didasarkan pada suatu skala, misalnya dari mulai sangat memuaskan sampai kurang memuaskan.
b.Checklist  : penilaian yang didasarkan pada suatu standar kerja yang telah dideskripsikan.
c.Critical incident  : penilaian berdasarkan perilaku tertentu yang ditunjukkkan.
d.Metode Peninjauan Lapangan
e.Tes dan Observasi Prestasi Kerja
f.Metode Evaluasi Kelompok
 
Metode Penilaian berorientasi masa depan :
1. Penilaian diri (self appraisal).
2. Penilaian psikologis (psychological appraisal). wawancara mendalam, tes-tes psikologi, diskusi dengan atasan langsung , dll. 
3. Pendekatan management by objectives (MBO). Setiap karyawan dan penyelia secara bersama menetapkan tujuan dan sasaran pelaksanaan kerja diwaktu yang akan datang.  
 
Penilai prestasi kerja
Evaluasi kinerja 360o merupakan metode penilaian yang mengedepankan kualitas hasil penilaian dengan meminimalisir terjadinya subyektifitas penilaian dengan cara melibatkan seluruh pihak yang berkepentingan dalam proses penilaian tersebut.
  Berikut penilai menurut evaluasi kinerja 360º :
Atasan langsung
Peer (rekan kerja)
Bawahan
Self (diri sendiri)
 
 
 
 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar